Dalam Perjalanan (Tak) Harus Ada Foto

agustinus wibowo
Kamera dan buku milik Agustinus Wibowo
Akhir pekan lalu tepatnya 13 agustus adalah hari ulang tahun istri saya. Kami pun merayakannya dengan cara yang sederhana. Pagi sekali, istri saya sudah menyiapkan bekal karena rencananya kami akan sarapan di tepi laut. Di momen yang sangat istimewa itu, tentu ada banyak hal yang semestinya terabadikan dalam lensa kamera.

Tapi hari itu, saya dan istri membuat kesepakatan sederhana. Kali ini, kami tidak perlu mengabadikan momen apapun dari balik lensa kamera HP. Padahal biasanya, kemana pun pergi saya selalu mengambil gambar. Selain untuk kenang-kenangan, gambar itu juga saya gunakan untuk mendukung tulisan saya.

HP pun saya simpan di dalam tas, begitu pula HP istri. Di sisi lain, tanpa HP kami juga tidak dilalaikan untuk mengecek media sosial ataupun sekadar update status. Kebiasaan ini, juga sebenarnya adalah musuh nyata dalam sebuah kebersamaan.

Hari itu, kami benar-benar ingin menikmati kebersamaan ini sepenuh hati. Istri  awalnya sempat tidak sepakat. Tapi lama-kelamaan ia sendiri tak merasa ada sesuatu yang hilang. Begitu pula saya. Tak harus sibuk mengatur posisi atau mengecek hasil jepretan.

Tanpa kamera, kami benar-benar menghadirkan diri kami seutuhnya dalam kebersamaan yang istimewa itu. Saat sarapan, kami bercerita banyak hal. Lalu berjalan di tepi pasir, membiarkan ombak laut menyapu kaki kami. Semuanya berjalan begitu menyenangkan. Bahkan istri saya sempat berkata, bahwa baginya hari itu sangat spesial.

Keputusan kami untuk tidak mengambil gambar, tampaknya memang sederhana. Tapi nyatanya, tidak mudah dilakukan oleh semua orang. Godaan untuk mengambil gambar itu selalu ada. Apalagi jika kita berkunjung ke sebuah tempat yang asing, dan bersama orang-orang yang istimewa pula dalam hidup kita. Rasanya sayang sekalikan? Jika momen spesial seperti itu terlewatkan begitu saja.

Tapi jika dipikir-pikir lagi, hal seperti ini sebenarnya bisa mengurangi esensi kebersamaan. Apalagi nanti, kalau kualitas gambar yang kita ambil tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kita bisa sangat kecewa, atau bahkan kesal dengan orang mengambil gambar. Lalu saat dilihat foto secara keseluruhan, porsi foto yang menampakkan diri kita tak seberapa hahaha

Memang benar, semuanya tetap berpulang kepada pribadi masing-masing. Ada orang yang senang difoto dan ada pula yang cukup puas hanya dengan mengambil foto. Tapi yang harus kita sadari, bahwa ada banyak cara untuk menikmati sebuah kebersamaan. Foto-foto itu hanya sebagian kecilnya saja.
Apalagi jika kita melakukan sebuah perjalanan. Kita bisa bercengkrama dengan penduduk setempat, merasakan kebiasaan mereka. Mendengar cerita-cerita kehidupan mereka. Semuanya terasa jauh istimewa, dibandingkan jika kita hanya sibuk membidikkan lensa kamera.

Dulu, saya pernah mendengar cerita seorang teman yang  harus melakukan perjalanan dua kali jika mengunjungi suatu tempat. Perjalanan pertama, ia benar-benar menikmati perjalanannya. Sementara pada perjalanan kedua kalinya, barulah ia fokus mengambil foto.
travel, foto, perjalanan
Bebaskan dirimu, dan nikmatilah perjalanan

Saya juga pernah membaca, bahkan seorang travel fotografi pun tidak serta-merta mengambil gambar terhadap suatu objek. Mereka terlebih dahulu berupaya menjadi bagian dari objek itu sendiri. Artinya perhatian utama mereka terhadap suatu objek, baik itu tempat maupun orang, bukanlah lensa kamera mereka. Tapi suasana hati mereka sendiri, yaitu seerat apa mereka menjalin ikatan emosional dengan objek.
Ada sebuah quote bagus dari situs travelling phinemo terkait hal ini:

“Paling penting dalam sebuah travel fotografi adalah menikmati perjalanan. Fokus memotret dan tak merasakan pertualanganmu, justru akan membuat kamu frustasi jika hasil fotomu tak kunjung sesuai harapan. Enjoy your trip!”

Yap, menikmati perjalanan tanpa kamera adalah pilihan yang tak mudah. Akan selalu ada godaan untuk mengabadikan cerita melalui lensa kamera. Apalagi kita hidup di dalam kepungan media sosial, seolah segalanya harus segera dikabarkan.  Dunia harus tahu, kita sedang apa dan berada di mana? Huff…

Berilah ruang yang nyaman dalam diri kita sendiri. Jadilah bagian yang utuh dalam setiap episode kehidupan kita. Selembar foto memang bisa memberikan banyak cerita, tapi seberkas makna di dalam diri kita terhadap sebuah perjalanan. Jelas merupakan sesuatu yang jauh sangat berharga.

Simpan kameramu, dan mari kita nikmati perjalanan……


No comments:

Powered by Blogger.