Meredam Konflik di Ruang Memorial Perdamaian

Ruang Memorial Perdamaian di Kesbangpol dan Linmas Aceh

Pada ruangannya yang mewah. Interiornya yang elegan. Ruang Memorial Perdamaian menyimpan Segenap Cerita Konflik Aceh. Di sini, Denyut Konflik Itu memang Terasa. Hanya Saja, Kini Debarnya Telah Berbeda.

Intat Linto, Saat Kebahagiaan Bukan Hanya Milik Pengantin

Intat Linto dalam Masyarakat Aceh
Tubuh saya terguncang-guncang saat melewati jalan kampung yang berbatuan. Mobil kami harus memutar sejauh 8 KM dari jalan raya karena jembatan Kuta Blang tak kunjung usai. Saya tak tahu, kapan jembatan yang menghubungkan jalan nasional ini rampung.

Telah hampir genap setahun, tapi rasanya masih begitu-begitu saja. Bak bujang lapuk yang pesimis dengan masa depan asmaranya, mungkin begitu pulalah nasib jembatan ini.

Mengenang Hamka di Rumahnya

Di Depan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka

Siapa tak mengenal Hamka? Bahkan namanya harum di negeri tetangga. Sebuah rumah sederhana, tempat kelahiran Hamka, menyimpan banyak kenangan tentangnya.
Maninjau adalah danau yang indah. Berada di sini serasa waktu berjalan lambat, karena semuanya tampak begitu tenang. Padi-padi yang mulai menguning di tepi Danau Maninjau, meneduhkan pandangan. Udaranya yang sejuk membuat segalanya begitu syahdu. Soekarno Sendiri pernah mengungkapkan keindahan Maninjau ini dalam sebuah pantun:

Jika Adik Memakan Pinang/Makanlah dengan Sirih yang Hijau/JIka Adik Datang ke Minang/Jangan Lupa Datang ke Maninjau”.

Bersama Menyebarkan Semangat Kemerdekaan


Dua hari lagi Indonesia genap usia kemerdekaannya 72 tahun. Usia yang panjang jika itu adalah seorang manusia. Semangat perayaan kemerdekaan itu pun mulai kita rasakan. Di perempatan lampu merah, anak-anak kecil sudah mulai menjajakan bendera merah putih. Mereka mengetuk-ngetuk pintu mobil dengan bertelanjang kaki. Menawarkan benderanya kepada sang pengemudi.

Tendangan Pertama Si Kecil Kami


Hari ini genap 22 minggu istri mengandung. Artinya dua pekan lagi ia akan masuk trismester ke III. Alhamdulillah, sejauh ini kehamilannya berjalan lancar.  Setiap hari saya selalu bertanya-tanya.

“Apakah Dek Bayi ada nendang?”

Tenda Dome dan Cerita yang Akan Kita Ulang

Suatu pagi di tebing Gunung Sumbing

Kemarin, salah satu hal unik saat event Pra Saman Mengawal Leuser di Taman Sari adalah stand komunitasnya berbentuk tenda dome. Posisinya pun tidak teratur. Maka kesannya benar-benar serasa di alam bebas. 

Saat itu pula, untuk pertama kalinya istri masuk ke tenda dome. Selama ini ia hanya menyaksikan tenda tersebut dalam foto-foto perjalanan saya. Tak pernah tahu bagaiamana sensasinya jika kita tertidur pulas di dalamnya saat berada di lereng gunung.

90 Saman Sebelum 10001 Saman, Pesan Konservasi dari USAID Lestari

 

Di bawah guyuran hujan 90 penari Saman mengehentak Taman Sari. Gerakkannya harmonis. Syairnya penuh makna. Dalam semua artikulasi itu, diam-diam tersyiarkan pesan Konservasi.

Menjelang magrib angin kencang serta langit yang mendung menggeluti langit Banda Aceh. Melihat cuaca yang tak menentu ini maka bersama istri, saya pun bergegas ke Taman Sari. Karena malam ini kami akan menyaksikan malam puncak Pra Event Tari Saman 10001 yang dilaksanakan oleh USAID Lestari. Rencananya, 90 penari Saman dari komunitas, anak sekolah serta masyarakat umum akan tampil flashmob menghentak Taman Baitussalatin ini.