Sail Sabang, Momentum Kenalkan Wisata Bahari Pada Dunia

Sail Sabang 2017 (Sumber: www.acehtourism.travel)

Sail Sabang akan digelar November 2017 ini. Para yachter dari berbagai dunia siap berlabuh di Sabang. Pemerintah pun berbenah. Inilah momentum yang tepat untuk kenalkan wisata bahari Sabang pada dunia

Saya tersenyum saat Laksamana TNI (Purn) Dr. Marsetio, menyanyikan lagu Nenek Moyangku Orang Pelaut karangan Ibu Sudibyo. Kepala Staf TNI Angkatan Laut priode 2012 – 2015  itu hadir di Aceh untuk memberikan kuliah umum.

Secara tak sadar saya pun mengikuti lirik lagunya. Saya tak ingat, kapan terakhir kali menyanyikan lagu ini. Namun yang jelas, hari itu, lagu tersebut telah membangkitkan romantisme masa lalu dalam diri saya tentang kejayaan maritim Indonesia.

Sejak sekolah cerita kejayaan laut Indonesia adalah cerita yang selalu memberikan kebanggaan tersendiri dalam diri saya. Di buku-buku pelajaran, cerita keberanian para pelaut nusantara telah menjadi kisah heroik yang selalu saya kagumi.

Sejarah memang telah membuktikan, bahwa negeri ini pernah berjaya di laut. Sejak dulu, nenek moyang kita tidak hanya menguasai lautan nusantara, tapi juga mampu mengarungi samudera yang luas hingga ke pesisir Madagaskar dan Afrika Selatan.


Pesona Samudra Hindia dari Tugu KM 0 Sabang

Luas nusantara yang dua pertiganya adalah laut, telah melahirkan banyak pelaut ulung di negeri ini. Lintasan sejarah bangsa ini pun banyak diwarnai dinamika kehidupan laut. Lihatlah, cerita penguasaan laut kita telah ada baik di masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, Bugis ataupun Makasar.

Begitu pula kerajaan yang ada di Aceh yaitu Samudra Pasai, yang cukup berjaya di Selat Malaka. Sebagai orang Aceh saya juga merasa bangga, karena di Negeri Serambi Mekkah ini pernah lahir Laksamana Perempuan pertama di dunia yaitu Laksamana Keumalahayati.


Ya, seperti daerah lainnya. Aceh juga berperan besar atas kejayaan laut nusantara.

Kini, perhatian dunia maritim kembali tertuju ke ujung barat Indonesia yaitu dengan digelarnya Sail Sabang 2017. Event bergengsi ini akan mulai dari 28 November – 5 Desember 2017 di Teluk Sabang dan Gapang Resort.

Kabarnya, sebanyak 120 yacht dari berbagai penjuru dunia akan berlabuh di Sabang. Selain itu, pada akhir November 2017 nanti sebuah kapal cruise terbesar akan merapat di Sabang. Ada 2000 wisatawan dari berbagai mancanegara yang akan ikut bersama kapal mewah tersebut.




Sail Sabang 2017 adalah Sail Indonesia ke 9 yang pernah dilaksanakan. Di mulai dari Sail yang pertama yaitu Sail Bunaken 2009, Sail Banda 2010, Sail Wakatobi – Belitong 2011, Sail Marotai 2012, Sail Komodo 2013, Sail Raja Ampat 2014, Sail Tomini 2015, hingga Sail Karimata 2016.

Sejauh ini penyelenggaraan Sail memang cukup menarik perhatian yachter dunia. Event ini dinilai cukup efektif untuk mengenalkan destinasi-destinasi wisata yang ada di Indonesia. Pemerintah pusat pun cukup serius mendukung kegiatan ini.

Apalagi setelah diterbitkannya Peraturan Presiden No. 21 Tahun 2016 Tentang Bebas Visa Kunjungan, dan Peraturan Presiden  No 105/2015 tentang Kemudahan Yacht Asing Memasuki Indonesia serta Permenhub No 171/2015 tentang Pengaturan Yacht Asing Masuk ke Indonesia di 18 Pelabuhan.

Semua regulasi ini menjadikan Sabang semakin menarik untuk dikunjungi, sehingga menjadi  salah satu destinasi favorit bagi kapal cruise dan yacht dari mancanegara. Para yachter yang biasanya berlabuh di Langkawi, Singapura atupun Puket. Namun kini, telah menjadikan Sabang sebagai destinasi utamanya.


Hal ini juga sangat terkait dengan posisi Sabang yang cukup strategis, karena merupakan pintu masuk jalur laut bagian barat Indonesia. Di sisi lain, Sabang menawarkan destinasi wisata yang lengkap mulai dari wisata religi, bahari, heritage, kuliner, tsunami maupun budaya. 

Keunikan inilah yang menjadi daya tarik para wisatawan untuk datang ke Sabang. Sebuah paket wisata yang sulit ditemukan di tempat lain.

Pelabuhan Balohan, salah satu pintu masuk ke Sabang
Hingga Juli 2016 saja, sudah 37 kapal yacht yang masuk ke Sabang. Sedangkan untuk kapal pesiar (cruise) sebanyak 10 kapal terhitung per November 2016 dengan jumlah wisman sebanyak 9.736 orang. Para wisatawan ini umumnya melakukan diving serta snorkeling untuk menikmati taman laut Sabang yang indah.

Karena itulah jauh hari Pemerintah Aceh pun telah merencanakan secara matang agar Sail Sabang ini berjalan sukses. Objek-objek wisata yang ada di Sabang segera dibenahi, termasuk membangun hotel baru. Fasilitas publik pun mendapat perhatian. Semua kerja keras ini adalah bentuk kesungguhan agar Sabang menjadi destinasi wisata bahari unggulan.

Oleh sebab itu, saya kira Sail Sabang 2017 adalah momentum yang tepat untuk kembali menegaskan pada dunia bahwa Sabang Sebagai Pelabuhan Hub Wisata Bahari Internasional. Inilah kesempatan emas untuk mengenalkan Sabang, sebagai destinasi wisata bahari yang berpadu dengan kekhasan budaya Aceh. 

Untuk keramahtamahan, masyarakat Sabang tak usah diragukan lagi. Penduduk setempat tampaknya sudah mendapatkan edukasi yang baik untuk sadar wisata. Pemulia jamee adat geutanyoe, yang merupakan karakter masyarakat Aceh benar-benar teraplikasi dengan baik di sini

Saya sendiri mengakui, bahwa sejauh ini masyarakat Sabang dikenal cukup arif menyambut wisatawan. Sabang juga dikenal sebagai kota yang tenang dan aman.

Tak usah aneh, jika saat berliburan ke Sabang kita melihat banyak sepeda motor yang tak perlu dikunci ganda. Begitu juga jika malam hari, masyarakat terbiasa membiarkan sepeda motornya di depan rumah.


Jalan-jalan baru di Sabang, Pemerintah terus berbenah menyambut wisatawan
Semua kearifan ini benar-benar harus dikelola dengan baik. Karena untuk menjadikan Sabang sebagai destinasi wisata bahari dunia bukanlah pekerjaan mudah. Ada banyak hal yang harus terus dibenahi.

Cita-cita mulia ini memang tidak bisa terwujud begitu saja. Perlu ada dukungan semua pihak. Baik pemerintah pusat, daerah, masyarakat, akademisi serta tokoh agama untuk mengembangkan potensi yang ada di Sabang.

Pemerintah juga harus terus berinovasi dalam mempromosikan destinasi wisata yang ada. Sebab jika kita perhatikan, Sabang sebenarnya memiliki semua syarat untuk menjadi destinasi wisata bahari unggulan. Baik dari segi demografi, geografi, dan  sumber daya alam.

Maka perlu ada kebijakan strategis serta kesungguhan yang nyata, agar semua potensi tersebut bisa kian mengokohkan eksistensi Sabang sebagai destinasi favorit wisatawan dunia. Jika komitmen ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin kejayaan bahari Indonesia akan kembali terwujud.

8 comments:

  1. Waktu aku ke Sabang dulu Nu, jalan berkelok-kelok itu belum siap. Sekarang udah cantek kaliiii ya tampaknya

    ReplyDelete
  2. Semoga nanti kita bisa dapat langsung meliput ke sana ya bg. :D

    ReplyDelete
  3. Aku nyeseeeeel bgt dulu blm seneng traveling. 18 thn tinggal di arun lhokseumawe, 2 thn banda aceh, tp sekalipun ga prnh ke sabang. Even liburan agustus kmrn k bandapun ga sempet juga, krn wktnya singkat. Thn dpn pgn bisa balik lg k aceh, tp agak lbh lamaan :). Pengennya ke sabang dan takengon.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe banyak juga orang Banda Aceh yang belum kesampaian ke Sabang :D
      Fanny tidak sendirian :D

      Delete

Powered by Blogger.